Senin, 12 Maret 2012

Mahasiswa "belajar untuk menjadi lebih dewasa"

@diskusi ke3 forsilam yogyakarta di maskam uin suka pada 10-02-2012
oleh: Basri Mustofa (Bi Mustofa) As-Syma2009
bismillah.
 1. BERPIKIR SECARA LUAS

 Berpikir secara luas berarti berpikir dengan mempertimbangkan berbagai aspek. Sebab, segala sesuatu terkadang tidak sesederhana yang dipikirkan. Banyak hal yang dikira sederhana, tapi berdampak luas dan panjang. Sehingga diperlukan sikap hati-hati dan tidak tergesa-gesa sebelum memutuskan melakukan sesuatu. Aspek yang harus dipertimbangkan terdiri dari akibat dan konsekuensi, pengaruh, hal yang diluar kehendak, sudut pandang yang lain, dan perasaan orang lain. Aspek yang pertama adalah akibat dan konsekuensi. Ini adalah aspek yang paling penting. Tidak ada yang meninggalkannya kecuali oleh orang yang tergesa-gesa dan sembrono. Sebab, tidak ada suatu kejadianpun yang terjadi, tanpa ada penyebabnya. Segala yang kita nikmati sekarang, adalah buah tindakan kita di waktu yang lalu. Dan apa yang kita dapatkan di masa depan adalah akibat tindakan kita saat ini. Akibat dan konsekuensi yang didapatkan terkadang bersifat tetap dan menyakitkan. Atau bahkan kehancuran. Oleh sebab itu hal yang pertama kita pertimbangkan adalah sesuai atau tidaknya tindakan kita dengan aturan agama. Setelah itu baru melihat yang lain, seperti apakah tindakan kita akan menyebabkan kehormatan jatuh, dan sebagainya. Aspek yang kedua adalah pengaruh. Bisa saja perbuatan seseorang berpengaruh secara luas dan merugikan orang yang sebenarnya tidak bersalah. Sifat kebanyakan manusia, menyamaratakan sesuatu karena pengaruh kedekatan. Misalnya, seorang yang melakukan kejahatan, menyebabkan anak, istri dan keluarganya turut dipersalahkan. Kasus Gayus Tambunan contoh yang lain, tindakan satu oknum pegawai pajak, mencemarkan institusi dan seluruh pegawai pajak. Orang yang bijaksana, tidak akan menyebabkan orang yang lain susah-apalagi orang terdekatnya-akibat tindakan buruknya. Tanpa teman, tak seorang pun akan memilih hidup, meskipun dia memiliki semua barang lain. Aspek yang ketiga, hal yang diluar kehendak. Banyak hal terjadi tanpa bisa kita prediksikan. Untuk itu kita perlu untuk mengantisipasinya sebelum terjadi. Apalagi di zaman informasi seperti ini, dimana banyak aturan berubah dan adanya pendobrakan besar-besaran terhadap batas-batas yang berlaku pada masa sebelumnya.Apa yang berlaku pada masa sebelumnya, belum tentu berlaku pada zaman ini. Apa yang berlaku tahun ini, belum tentu berlaku pada tahun mendatang. Ketika kita mendapatkan keamanan kerja saat ini, belum tentu beberapa tahun lagi seperti itu. Antisipasi tidak menafikkan tawakal, sebab kita dituntut untuk berusaha dengan sebaik-baiknya. Aspek yang keempat, sudut pandang yang lain. Kebuntuan pikiran dan penderitaan terjadi ketika kita melihat sesuatu hanya dari sudut pandang sendiri. Paradigma diri kita, terkadang terkungkung oleh egoisme, kepentingan, dan sentimen pribadi. Dengan melihat sudut pandang yang lain, diharapkan diri kita akan ‘kaya’ dan lebih mudah ketika kita dihadapkan dengan kesulitan. Aspek yang kelima, perasaan orang lain. Sebelum bertindak dan melakukan sesuatu yang melibatkan orang lain, kita harus mengetahui dan menjaga perasaannya. Apakah ada yang merasa tersinggung dan dirugikan karena tindakan kita. Termasuk tindakan tidak terpuji ketika kita berbuat tanpa memperhatikan perasaan orang lain. Ketika meremehkannya, jangan salah siapa-siapa ketika kita tidak disukai orang lain. Setelah kita mengetahui aspek yang harus kita perhatikan sebelum bertindak, mari kita cari tahu penyebab seseorang meninggalkannya. Penyebabnya adalah, kemalasan dan sikap terburu-buru. Dan ini terjadi pada banyak orang, termasuk saya. Solusinya adalah hilangkan sifat malas, berfikirlah sebelum bertindak, perbanyaklah merenung dan bermusyawarahlah dengan orang  yang bijaksana. Semoga kita mendapatkan hasil yang terbaik dari tindakan kita.

 2. SIKAP TEGAS

Namun terkadang, karena sikap lemah atau karena takut kepada penilaian orang lain, kita menafikkan hal tersebut. Padahal sikap tegas bisa dilakukan bahkan oleh orang yang berkepribadian sangat lemah. Kenapa? Karena sikap tegas, tidak harus keras ataupun kasar, walaupun sikap keras dan kasar merupakan salah satu ciri ketegasan. Sikap tegas bisa dilakukan bahkan dengan kelembutan. Ada yang berkata, bahwa ketegasan adalah seperti besi yang dibungkus dengan kain yang lembut. Selembut apapun sebuah kain, ketika didalamnya ada besi, tidak ada seorangpun yang mau memukulnya. Artinya sikap tegas akan memperlihatkan kepada orang lain, bahwa kita memiliki batasan yang tidak boleh mereka langgar. Nah, karena kita bersikap tegas, orang lain akan berpikir ulang ketika akan melanggar batasan itu. Berbeda dengan orang yang tidak tegas, orang lain akan seenaknya melanggar batasan tersebut. mempunyai cara yang lain, yaitu dengan mengambil jarak dan menunjukkan sikap bahwa kita tidak menyukai kelakuannya, tapi dengan diam. (Menunjukkan ketidaksukaan adalah salah satu cara yang memperlihatkan ketegasan kita). Contoh FPI

 3. SIKAP SEDERHANA

 Jadilah hebat, tapi tetaplah sederhana Dalam menjalani hidup, manusia ditakdirkan secara berbeda-beda. Ada yang ditakdirkan miskin, ada juga yang kaya. Ada yang ditakdirkan cantik atau tampan, namun ada juga yang ditakdirkan tidak seperti itu. Semua itu mempunyai hikmah, yang kebanyakan kita tidak mengetahuinya. Namun intinya, semua adalah ujian yang akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak. Allah subhanahu wa Ta’ala yang Maha Bijaksana mengetahui kadar keimanan, kemampuan dan kesanggupan seseorang. Nah, tidaklah manusia diuji melainkan sesuai dengan kadar itu. Tidaklah lebih baik, orang yang ditakdirkan kaya dengan orang yang ditakdirkan miskin. Tetapi juga tidaklah lebih baik orang yang ditakdirkan miskin dengan orang yang ditakdirkan kaya. Yang terbaik adalah orang yang mampu melewati ujian itu dengan sebaik-baiknya. Namun, banyak manusia yang melalaikan hal tersebut. Banyak orang yang beranggapan bahwa kemuliaan itu berasal dari harta dan kedudukan. Yang menjadikan mereka, ketika mendapatkan kedua ujian tersebut menjadi lupa diri. Mereka beranggapan bahwa harta dan kedudukan yang mereka peroleh semata-mata jerih payah mereka sendiri. Itulah salah satu ciri sikap angkuh. Sikap yang sangat buruk dan dibenci oleh Allah subhanahu wa Ta’ala. Buah dari sikap ini banyak sekali, diantaranya, sikap keras kepala terhadap kebenaran, menganggap dirinya yang paling tinggi, suka menghina, iri, dengki dan suka pamer. Yang jadi pertanyaan adalah, apakah kita dilarang untuk memiliki harta dan memiliki kedudukan yang tinggi. Jawabannya adalah hal tersebut tidak dilarang, asalkan sesuai dengan kaidah dan aturan yang ditetapkan oleh Allah subhanahu wa Ta’ala. Boleh kita kaya atau berkedudukan tinggi, tetapi tidak boleh kita menyombongkan diri dan berbuat kerusakan dengan hal tersebut. Salah satu yang harus kita miliki adalah sikap sederhana ketika kita diuji dengan kedua hal tersebut. Maksudnya adalah tetap seperti orang yang lain dan lebih berendah hati walaupun dalam kenikmatan kita mungkin ‘lebih’ daripada orang lain. Kita menunjukkan nikmat Allah subhanahu wa Ta’ala dengan tujuan mensyukurinya dan bukan pamer, tapi dengan syarat tidak berlebihan. Misalnya, kita diberi rizki berupa harta yang lumayan, kita mensyukurinya dengan berpenampilan yang rapi. Ada sebuah kisah dari Abdullah bin Umar Radiyallahu Anhu, di dalam kitab Hilyah Al Aulia I:302. Seorang laki-laki bertanya kepada Ibnu Umar tentang pakaian seperti apa yang dipakai beliau. Beliau menjawab, “Aku memakai pakaian yang tidak membuat orang-orang bodoh memandangku hina dan tidak dicela oleh orang-orang yang sabar.” Laki-laki tersebut bertanya, “Apakah maksudnya?” Ibnu Umar menjawab, “Pakaian yang seharga antara 5 sampai 20 dirham.” Lihatlah, seorang imam besar mengajarkan kepada kita untuk bersikap biasa saja. Tidak terlalu merendah, juga tidak terlalu terlihat tinggi. Tapi, terkadang sifat pamer seseorang menyebabkan sikap yang berlebihan. Kita lihat, di jejaring sosial, banyak sekali orang yang memamerkan ‘kelebihan’ yang mereka miliki. Terlihat bertebaran foto-foto narsis orang dengan menunjukkan hal yang-mungkin-menurut mereka akan menaikkan status sosial. (Padahal belum tentu itu milik mereka, hehehe). Fenomena ini juga terjadi di dunia nyata. Betapa orang dengan gaji pas-pasan (atau tidak memiliki gaji?) rela bersusah payah untuk memiliki gadget terbaru agar dianggap ‘keren’, ‘gaul’ dan tidak ketinggalan jaman. apa manfaatnya melakukan hal-hal seperti itu? Justru menurut saya, ketika terjatuh kedalam hal tersebut , ada beberapa akibat negatif yaitu menyusahkan diri sendiri, membuat sombong, dan menciptakan kesenjangan sosial, menyebabkan iri hati sehingga dapat menimbulkan kriminalitas. Mungkin, hal tersebut dilakukan karena menghindari celaan orang lain. Perhatikan, celaan manusia tidaklah berbahaya bagi kita, walaupun terkadang menyakitkan. Apalagi celaan yang sifatnya ‘materialistis’ seperti itu. Manusia-manusia besar saja dicaci dan dicela, apalagi kita. Saran saya, jangan didengarkan. Sikap pamer bukan cuma dalam hal kekayaan dan kedudukan, tapi juga dalam hal-hal yang lain, seperti ilmu, pemahaman, keahlian, banyaknya pengikut, dan masih banyak lagi. Contoh sikap ini adalah berlebih-lebihan dalam bicara, memfasih-fasihkan pembicaraan. Orang yang bijaksana, tidak akan berlebihan dalam segala hal. Orang yang bijaksana adalah orang yang tidak akan membanggakan sesuatu yang sifatnya fana. Harusnya kita menyadari kelemahan kita, apa yang kita bangga-banggakan itu dapat hilang dalam sekejab, kalau Allah subhanahu wa Ta’ala menghendaki. Oleh sebab itu, bersikap sederhana akan menyelamatkan kita dari berbagai pengaruh buruk. Bersikap sederhana adalah salah satu dari ciri kerendahhatian. Kerendahhatian adalah ciri kebijaksanaan. Sedang kebijaksanaan adalah ciri kematangan jiwa kita.

4. MENGAKUI KESALAHAN

 Orang yang baik bukanlah orang yang tidak pernah melakukan kesalahan. Orang baik adalah orang yang ketika tercebur kedalam kesalahan dan mengetahuinya, ia meninggalkan kesalahan itu dan bersungguh-sungguh berusaha agar tidak terjatuh kepada kesalahan yang sama. Imam Abul Hasan Al Asy’ari, seorang imam besar mahzab Mu’tazilah. Ketika beliau mengetahui bahwa mahzab yang diikutinya salah, beliau langsung meninggalkannya-padahal beliau mengikuti mahdzab tersebut selama empat puluh tahun, dan mengumumkan kepada masyarakat akan kesalahan mahzab ini. Apakah dengan mengakui kesalahan seperti itu, derajat Imam Al Asy’ari akan turun? Jawabannya tidak. Allah subhanahu wa Ta’ala mengangkat namanya, menjadi salah satu imam besar sepanjang masa. Kitabnya yang mengungkap kebusukan mahzab Mu’tazilah yaitu Al Ibanah menjadi salah satu rujukan yang dipelajari oleh da’i ahlussunnah. Nah, kalau orang besar seperti Imam Al Asy’ari saja tidak malu untuk mengakui kesalahannya, mengapa kita malu? Secara esensi, pengakuan akan kesalahan tidak akan menjatuhkan kehormatan dan harga diri seseorang. Dengan catatan, harus dengan keikhlasan dan kesabaran. Walaupun begitu perlu diklasifikasikan terlebih dahulu, sifat, jenis dan pengaruh kesalahan tersebut. Ada kesalahan yang membutuhkan klarifikasi, tapi ada juga kesalahan yang harus ditutupi. Ada juga kesalahan yang boleh memilih, boleh ditutupi atau diakui. Kesalahan yang membutuhkan klarifikasi biasanya berupa sesuatu yang sifatnya berhubungan dengan kepentingan banyak manusia, seperti ilmu untuk menghindari kesalahpahaman masyarakat awam. Terkadang, tindakan mengklarifikasi kesalahan seperti ini menimbulkan tantangan yang berat dari pihak-pihak yang merasa dirugikan. Seperti Imam al Asy’ari mendapatkan tantangan bahkan fitnah dari pengikut mahdzab Mu’tazilah. Sedangkan kesalahan yang harus ditutupi adalah aib yang telah Allah subhanahu wa Ta’ala tutupi, sehingga tidak layak kita membukanya. Tapi banyak sekali manusia, yang dengan sengaja membongkar aibnya sendiri, walaupun Allah sudah menutupnya. Perumpamaan orang seperti itu, adalah seperti melemparkan kotoran ke wajah sendiri. Hal seperti itu, pastinya bukan sesuatu yang bijaksana. Melanggar sesuatu yang dilarang merupakan tindakan menzalimi diri sendiri. Menyebarkan aib sendiri yang sudah Allah tutup merupakan sesuatu yang dilarang. Tapi, ketika aib kita memang sudah terbuka dan banyak orang yang mengetahuinya, tindakan yang paling tepat adalah mengakuinya, bertaubat dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Walaupun karena itu mungkin nama kita akan tercemar, dan kehormatan kita akan jatuh. Tapi tidak mengapa, itulah konsekuensi kebesaran hati kita. Pengakuan akan kesalahan akan melegakan hati kita, dibandingkan apabila kita terus mengelak dan mencari-cari alasan. Setelah mengakui kesalahan, kita harus terus maju dan berbuat yang sebaik-baiknya. Semoga dengan itu, kejelekan kita akan berganti dengan kebaikan. Setelah itu kesalahan jenis ketiga, boleh mengakuinya atau menutupinya. Bagaimana mengelolanya, disesuaikan kepentingan, dan dampak positif atau negatifnya. Ketika mengakui kesalahan mengakibatkan lebih banyak dampak positifnya, maka disarankan untuk mengakui kesalahan. Begitupun sebaliknya. Yang pastinya, berani mengakui kesalahan merupakan tanda kebesaran hati kita. Tidak semua orang berani seperti itu. Kebesaran hati merupakan salah satu tanda kebijaksanaan. Banyak sekali manfaat dari mengakui kesalahan, dan tidak akan diketahui kecuali oleh orang yang merenungkannya dengan baik-baik. Semoga kita menjadi orang yang bijaksana.

Minggu, 04 Maret 2012

pendakian forsilam yogyakarta @ bukit purba 07-022012

Dimulai dengan ide si azza mutiara alhusna, di koment facebook yg ngajak naik gunung, dan sebagai pemula kita lewatin dgn pendakian bukit purba dulu..soo langsung deh diproses di rapat forsilam ,dan langsung kontek' dan serahkan ke devisi humas untuk penetapan agenda,,,hemmm hari itu sekitar hari selasa 07-02-2012, pagi kami forsilam yogyakarta ( absen ya untuk akhwat telah hadir indah,yuk mey, meta,azza, n mbk ana)(untuk ikhwan ka' mahfud,kak rahman, kak mahmud, kak basri, kak ahmad, kak gradus, kak musa, kak syarif, irham, kak tanto, imron) terkumpul 16 orang mulai siap2 untuk pendakian...hehe (lebay dkit gpp ya..) saya mulai dgn ambil bungkusan nasi jam 7, bawa aqua n perlngkapan lain..n kontribusi..hohoho(sllu gak ktnggalan...)jam 8 krang lbh tmn2 udah ngumpul smua di asrama tercinta nih..hehe langsung deh kita smua capcuss mangkaat...!!!!brngkat dgn riang by motor nyileh telusuri jalan wonosari...,lewat kidsfun bablas.... ( tempat yuk mule' katanya ) truuuss luruss.....smpai jalan2 terjala, tanjakan dan tikungan tajam kami lewatin dgn smngtt, ALLAHUAKBARRR.. \\^_^//, M150 bisa...(ingt iklan,,) krang lbh sktar 2 jam perjalanan kami smpai di lokasi..

gak sabarr tuk langsng mendaki...upss trnyata hrs pemanasan dlu,,untk ikhwan dipimpin oleh bos kite 2011-2014.. pak mahfud..monggo,,,pemanasan , gerak kan badan sdkit,,HASYEEK...untuk yg akhwat di pimpin oleh ibu tercantik kita..yuk mee..slsai pemanasan lngsung deh kita naik,, eh baru 5 langkah kami tmui batu2 besarr,, dan gak mau lewatin moment bagus lngsng deh jeprat jepret dulu...(by ftrografer handal..:P).dingtkan dlu sblm lbh jauh oleh pak bos kami "kita berada di alam jdi mohon untuk tidak berkata2 kotor, mmbuang smpah smbarangan, dan merusak tumbuhan2 " kurang lbh sprti itu (agak lupa susunan katanya..) yah, setuju bgt sih ane, secara klo ingin di hormati maka hormati jga makhluk hdp lainnya, karna kita hidup sllu ada timbal baliknya, dan apa yg kita biaskan dari pribadi diri kita alam sllu membiasnya pula, ktika hal2 positif yg kluar, alam jga akan mmproses dgn postf bgtu jga sbaliknya.., dan itu sdah mnjadi hukum alam. dan Allah sllu maha tahu apa yg kita kerjakan..:).(ingt film the screat ) setuju??? oke lanjut crita lanjut pendkian dgn lewatin jalan setapak,, himpitan2 batu,dengan dipimpin oleh kak rahman didepan trs mnyusul dibelakangnya kak tanto dan saya,, karena gak mau jalan dibelakang jadi nguntit kakak2 didepan, sambil jalan untuk mengurangai rasa lelah sepanjang jalan kita isi dgn celotehan si meta imut,, si jail ka' ahmad, kak gradus. azza yg sllu jadi sasaran.. dan tmn2 lain yg gokil abiss...! eh blm2 udah haus dluan,, harus mulai irit air nehh,, secara cman bawa 3 botol aqua besar..sepnjang jalan sdikit2 berhenti n istirahat... pa lagi kakak kita paling ganteng dgn inisial G ( hoho menurut penasehat sya harus di sensoorr ma'f..) , paling hebooh dehh.. sdkit2 minta berhenti untuk istirahat meski sya dan tmn2 lain gak memungkiri jga sma lelahnya sii...:D di setengahnya perjalanan mulai terlihat pemandangan alam yg begtu luarbiasa indahnya...ini yg paling saya sukai di jogja, pemndangna yg bgtu mngagumkan (ketahuan banget klo wong ndeso, masalahnya di kampung halaman gak ada, adanya justru punca...~~~~~~>>>>sensor :D..), Inget omongan ka' gradus," men di di sungai lilin ado jugo puncak. puncak srigunung," katanya sambil cengengesan,, sontak kami smua tertawa...hohoho,,, subhanallah bgtu mudahnya bgi Allah mncptakan tatanan khidupan yg bgtu kompleks namun sgt mnawan.. dan bgtu rumit dan musthil tak kan mampu menandinginya. rumah2 begitu kecil trlihat dri atas,, tampak gunung merapi n merbabu dari kejauhan ( asal tebak kyknya sih iya gunung merapi...:D), dan gak mau nglewatin moment2 bagus, ayoo yg punya n bawa kamera langsung ambil gambar jpret jepret lagi..."ceeeesss" ambil pose terbaik..hahayyy... fto bersama ( udah kayak boy n grl band)..duuuh manisnya..:P selesai fto2 bersma n sitirahat 10 mnit, kami lanjutkan perjalanan untuk sampai di pos pertama untuk segera makan siang, secara pagi gak sarapan karana gak sempet buat sarapan.... perut mulai kroncongan...."krucuk krucuk" (*^&%^$$@$^&%^&%&^<><}{:}|?????)..sabarrr ya.....

akhirnya sampai di pos peratama kami bertemu juga dgn beberapa pendaki yg lain sedang istrahat juga kyknya...tanpa bnyak kata langsung deh kami gak sabar tuk santap makan siang, meski nasinya hancur dan banyak pecah.( ulah si irham nih...:( <>?<:}{)()*$$#@#^$@!!!! hehe).namun karna lapar smuanya tetap terasa nikmat dan harus tetap bersyukur atas nikmat Allah, bayangkan saja mereka para kaum yg blm tntu bisa makan nasi dalam seharii hemm miriis..... "untuk yuk mee jgn lupa baca doanya"..hehe selesai makan alhmdulilllh ada rezeki sedikit untuk makanan penutup, dapet coklat dari bos terbaik kita... trimakasih bos..ka' mahfud. eiitt jgn lupa bgi2 dengan yang lain ya,,,singkat crita kami lanjut perjalanan,, karna terlalu memaksakan diri dan bnyak tingkah sya merasa perut agk bermasalah dan "kram", , karna munkin nasinya belum turun ke perut kali ya...hehe, kak rahman yg didepan melihat saya agak nyengir2 kesakitan, agak gak tega ..,( mnkn wajahku terlihat mnyedihkan kali ya..hahayy) sumpah sakit bgt... so harus ambil istirahat dulu 5 mnit.. minum dan atur nafas.. selain saya ada juga yuk mee yg mukanya muli merah kyk udang dan kepiting rebus,,, hemmm nyamiiii.....heheh akhirnya alhmdulillh rasa sakit agak berkurang,,,lanjut perjalanan stelah 2 kali istirahat dengan berbagai keluhan serta pertanyaan para anggota yg penasaran dan mulai kelelahan apalagi kak....."teeeeeeeeeet sensor", dan saya jga yg selalu bertanya... "msih jauh gak?? berapa menit lagi? berapa jam lagi??kapan smpainya??"...kak rahman yang jadi pemimpin didepan hnya mnjawab smbil senyum,, sebentar lagi... mnkn 10 mnitan lagi ko'...hehe "sabarr teman2.. teruss semangatt"... singkat crita akhirnya sktar 3 jam-an berlalu smpailah kami di puncak bukit purba..langgeran....horeeeeeeee... berhasil-berhasil horee..\\^_^"//, dengan berpeluh-peluh serta keringat dan air mata bercucuran..! . perjuangan saya dan teman tidak sia-sia. wah klo di pertengahan tadi pemandangannya aja udah bagus,, yg di puncak labih baguuuuss maknyuuss...mantaap... smpai kata2 ku tak mampu melukiskan keindahan alam yg bgtu luar binasa, eh luar biasa maksdnya..(mulai deh penyakit lebay kambuh..).. hemmm dipuncak kami isi dengan jepret2 lagi,, abadikan moment2 terbaik...hehe, yuk mee, kak gradus, meta serta temen2 lain yg gak mau kalah narsisnya.. ceess sna, ceeess sini,,duh cute bgt...hahayyy...hasyyeekk...makan2 sisa perbekalan, snack,dll... setelah skitar kurang lebih satu jam di atas,, kita turun dan cari tempat yg agak teduh untuk agenda shering dan curhat, kesan pesan plus perkenalan lebih mendalam, prikitiww...^_^ )()_&*^$^%&$/???????selain itu tampilah devisi intelektual dengan diskusi perdananya sambil mengisi waktu istrahat...tampil sebagai pembicara kak mahmud..:D.. dannnnn pada akhiirrnya selesailah perjalanan kami saat itu,,kami turun dengan mencari jalan lain, dan ternyata perjalanan turun lebih cepat dibandingkan dengan ketika pendakian. ohya, kami juga berpapasan dengan beberapa bule yg mndaki jga, wah bule juga smpe sini toh..(baru tau ,noraak:D)...hemmm sungguh pengalaman pertama bagi sya yg mnyenangkan..hehe smoga lburan selanjtnya kita, kami dan smuanya bisa naik gunung lagi,, dan smoga bagi yg belom ikutserta bisa ikutan , seruu loh...syasa ja ketagihan, pamer.com, hehe..:D. tidak ada maksud lain dalam tulisan ini, ma'f jika ada kesalahan dalam penulisan nama, tempat dan guyonan lain..smga tulisan ini bisa mngabadikan moment dan memperkuat ukhuwah kita. tetap semngat untuk memajukan forsilam, takbirr Allahuakbarr....wassalam..<*_*>//
ni foto2 kenangan.....
turun bukit purba...

turun lewat jalan lain

istirahat mengmpulkan tenaga lagi...

kceriaan saat tlah sampai puncak..

bismillah..... semngaatttt.....

lewatin himpitan batu...

foto-foto bareng...ciiiisssss

di tengah jalan sambil istrahat..masih sempet narsis...

bariiiiissss grakkk....

turun......

pemandangan dari atas,, smua tampak kecil, termasuk diri kita tidak ada apa-apanya dihadapanNya..

hati hati... lewatin batu sambil merangkak....

Selasa, 20 Oktober 2009

walimah



alhamdulillah, satu lagi anggota FORSILAM yang telah menggenapkan separuh agamanya. ialah Sulhidayani, alumni Assalam 2007 yang pada tanggal 25 September kemarin menggenapkan separuh agamanya dengan seorang pria yang berasal dari Riau.. marilah kita sesama umat Muslim dan terlebih satu alumni untuk mendoakan mereka berdua agar menjadi keluarga yang sakinah mawaddah wa rahmah. barokallohu laka wa baroka alaika wa jama'a bainakuma fii khoirin....